10 Agustus 2008

BAB I KOMPLIKASI PERSALINAN

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU BERSALIN YANG DIRUJUK DENGAN KOMPLIKASI PERSALINAN

Salmah Lubis
(0501098)


BAB 1 PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dan data Biro Pusat Statistik (BPS), angka kematian ibu dalam kehamilan dan persalinan di seluruh dunia mencapai 515 ribu jiwa pertahun. Ini berarti seorang ibu meninggal hampir setiap menit karena komplikasi kehamilan dan persalinannya (dr. Nugraha, 2007).
Kematian dan kesakitan ibu sebenarnya dapat dikurangi atau dicegah dengan berbagai usaha perbaikan dalam bidang pelayanan kesehatan obstetri. Pelayanan kesehatan tersebut dinyatakan sebagai bagian integeral dari pelayanan dasar yang akan terjangkau seluruh masyarakat. Kegagalan dalam penangan kasus kedaruratan obstetri pada umumnya disebabkan oleh kegagalan dalam mengenal resiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan resiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis, dan penderita dalam mengenal Kehamilan Resiko Tinggi (KRT) secara dini, masalah dalam pelayanan obstetri, maupun kondisi ekonomi (Syamsul, 2003).
Di RS Tanjung Pura ditemui kasus rujukan persalinan oleh bidan sebanyak 287 kasus yang terdiri dari persalinan normal 42 orang (14,6%), partus tak maju 110 orang (38,3%), pre-eklampsia berat atau eklampsia 16 orang (5,57%), perdarahan antepartum 17 orang (5,9%), perdarahan pasca persalinan 26 orang (9%), abortus 76 orang (26,4%) (Syamsul, 2003).

Tingginya angka kematian ibu dan anak umumnya akibat ahli kebidanan atau bidan terlambat mengenali, terlambat merujuk pasien ke perawatan yang lebih lengkap, terlambat sampai di tempat rujukan, dan terlambat ditangani. (Anonim,2002).
Penanganan rujukan obstetri merupakan mata rantai yang penting, menjadi faktor penentu dari hasil akhir dari kehamilan dan persalinan. Kurang lebih 40% kasus di RS merupakan kasus rujukan. Kematian maternal di RS pendidikan 80-90% merupakan kasus rujukan. Kematian perinatal di RS pendidikan kurang lebih 60% berasal dari kelompok rujukan (Anonim, 2002).
Ada lima aspek dasar atau lima benang merah, yang paling penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman. Berbagai aspek tersebut melekat pada setiap persalinan baik normal maupun patologis. Lima benang merah tersebut adalah membuat keputusan klinik, asuhan sayang ibu dan sayang bayi, pencegahan Infeksi, pencetakan (rekam medik) asuhan persalinan dan rujukan (Asuhan Persalinan Normal, 2002).
Kasus-kasus yang harus dirujuk bidan adalah riwayat bedah sesar, perdarahan pervaginam, persalinan kurang bulan (usia kehamilan kurang dari 37 minggu), ketuban pecah disertai dengan mekonium yang kental, ketuban pecah lama (lebih dari 24 jam), ketuban pecah pada persalinan kurang bulan (kehamilan kurang dari 37 minggu), ikterus, anemia berat, tanda gejala infeksi, pre-eklampsia /hipertensi dalam kehamilan, tinggi fundus 40 cm /lebih, gawat janin, primipara dalam fase aktif kala I persalinan dan kepala janin masih 5/5, persentasi bukan belakang kepala, persentasi ganda (majemuk), kehamilan ganda atau gemelli, tali pusat menumbung dan syok (Asuhan Persalinan Normal, 2007).
Membuat keputusan klinik dihasilkan melalui serangkaian proses dan menggunakan informasi dari hasil dan dipadukan dengan kajian teoritis dan interpensi berdasarkan bukti pengalaman yang dikembangkan melalui berbagai tahapan dan terfokus pada pasien (Varney, 1997).
Di beberapa daerah di Propinsi Sumatera Utara, Angka Kematian Ibu (AKI) lokal lebih tinggi dari Angka Kematian Ibu (AKI) Nasional. Penyebab kematian ibu adalah perdarahan pasca persalinan (40-60%), infeksi (20-30%) dan eklampsia (20-30%). Ternyata 80% kematian ibu terjadi di RS rujukan yang diakibatkan keterlambatan dalam rujukan maupun penanganan penderita (Abram Siregar, 2002).
Di RS Dr. Pirngadi Medan ditemui kasus rujukan yang di rujuk oleh bidan sebanyak 375 kasus yang terdiri dari partus tak maju 134 orang (35,7%), pre-eklampsia berat atau eklampsi 75 orang (20%), perdarahan antepartum 36 orang (9,6%), perdarahan pasca persalinan 38 orang (10,1%), kehamilan ektopik terganggu 3 orang (0,8%), abortus 86 orang (22,9%) dan infeksi purperalis 3 orang (0,8%) (Abram Siregar, 2002).
Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008 ditemui sebanyak 107 kasus rujukan yang dirujuk ke Rumah Sakit yang terdiri dari ketuban pecah dini 34 orang (40%), pre-eklampsia 45 orang (42,1%), letak lintang 13 orang (12,1%) dan postmatur 15 orang (14%).
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti mengenai Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Yang Dirujuk Dengan Komplikasi Persalinan Di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.

1.2 Rumusan Masalah
Bagaimanakah Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Yang Dirujuk Dengan Komplikasi Persalinan Di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.


1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin Yang Dirujuk Dengan Komplikasi Persalinan Di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.


1.3.2 Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin yang Dirujuk dengan Komplikasi Persalinan di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.
  2. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin yang di Rujuk dengan Ketuban Pecah Dini berdasarkan umur di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.
  3. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin yang di Rujuk dengan Ketuban Pecah Dini berdasarkan Paritas di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.
  4. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di rujuk dengan Preeklampsia berdasarkan Umur di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008.
  5. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di Rujuk Dengan Preeklampsia berdasarkan paritas di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008
  6. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di Rujuk Dengan Letak Lintang berdasarkan Umur di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008
  7. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di Rujuk Dengan Letak Lintang berdasarkan Paritas di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008
  8. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di Rujuk Dengan Postmatur berdasarkan Umur di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008
  9. Untuk mengetahui distribusi Karakteristik Ibu Bersalin Yang di Rujuk Dengan Postmatur berdasarkan Paritas di Rumah Bersalin Delima Medan Tahun 2008


1.3.3 Manfaat Penelitian

  1. Bagi Rumah Bersalin Delima Medan, Dapat meningkatkan pelayanan kebidanan dasar dengan saran atau ilmu kebidanan
  2. Bagi Institusi Pendidikan, Dapat digunakan sebagai bahan masukan kepustakaan Akademi Kebidanan Widya Husada Medan.
  3. Bagi Peneliti, Menambah pengetahuan bagi peneliti dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh agar semestinya menghasilkan pengetahuan tentang kasus yang dirujuk.

1 komentar:

  1. halo, sy Trina
    boleh nanya2 gk?
    wat jadi tinjau pustaka
    hehehe...
    penelitian ini d lakukan d mn?
    kutipan2nya dapatnya dari mana ya?

    BalasHapus